kepada nya yang luhur
seberapa kali kuingat dirimu
lebih baik tidak kuceritakan
biar jadi sempurna kerinduan ini
tapi ada sedih sejumlah tetesan air mata
waktu kau pergi ketimur
"kenapa suara pamitmu tak kudengar?"
aku tak tahu
hal baik apa yang pernah kuberikan padamu
tapi kau selalu mengatakan aku termasuk sangat baik
maka kubiarkan saja pujianmu itu menghiburku
lalu tentang sejarah yang kau namakan catatan merah
aku lebih suka menyebutnya kealpaan yang manusiawi.
:.ni, semoga perjalananmu ini suatu saat bisa kudengar kabar bahagianya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar